Perbanyakan nilam melalui teknik kultur jaringan

1. Pilih tanaman nilam unggul yang sehat.
2. Ambil eksplan daun muda yang telah mengembang sempurna dan dicuci dengan air mengalir selama 30 menit.
3. Eksplan daun kemudian disterilisasi di dalam laminar air flow (LAF) dengan larutan sterilan 30% yang berbahan aktif 5.25% NaClO selama 15 menit. Sebelum kegiatan kultur dilakukan, LAF disterilisasi dengan sinar UV selama ± 1 jam dan disemprot alkohol.
4. Larutan sterilan dibuang dan eksplan daun dicuci 3 kali dengan air steril, masing-masing selama 5 menit.
5. Daun nilam diambil dan diletakkan dalam cawan petri steril dan dipotong-potong dengan ukuran 0.5 cm kemudian dikultur pada medium induksi tunas yang mengandung zat pengatur tumbuh NAA dan BAP. Tunas mulai terbentuk 2 minggu setelah kultur.
6. Setelah 6 minggu kultur, tunas disubkultur pada medium baru untuk memperbanyak tunas atau disubkultur pada media pemanjangan tunas dan induksi akar yang mengandung zat pengatur tumbuh GA3 dan NAA untuk membentuk plantlet.
7. Plantlet diaklimatisasi pada media tanah.
8. Aklimatisasi dilakukan dengan cara plantlet dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa media agar yang menempel pada plantlet.
9. Plantlet kemudian ditanam pada baki plastik yang berisi campuran media tanah, arang sekam dan kokopit.
10. Baki plastik yang telah ditanami plantlet ditutup dengan plastik untuk mengurangi penguapan dan ditempatkan dalam ruang teduh.
11. Setelah 2 minggu, penutup plastik dibuka secara bertahap dan apabila plantlet sudah survive/tetap hidup dalam baki plastik tanpa penutup, individu plantlet kemudian dipindahkan pada polibag yang berisi media tanah dan kompos dan siap digunakan sebagai bibit nilam.

Posted in Berita | Tagged , | 2 Comments

Persiapan Lahan Budidaya Nilam

1. Analisis status hara tanah
• Pengambilan contoh tanah sesuai prosedur pengambilan contoh Jumlah titik contoh sebanyak 4 titi per hektar yang ditentukan secara acak.
• Contoh tanah tersebut dikirim ke Laboratorium Kimia Tanah untuk dianalisis status hara yang terkandung guna penentuan kebutuhan pupuk.
2. Pengolahan tanah
• Tanah diolah menggunakan cangkul dengan kedalaman olah 20 cm
• Rumput yang ada dibersihkan dari lahan atau langsung dibenamkan saat pengolahan
• Pengolahan dilakukan secara merata pada keseluruhan lahan
3. Penggemburan dan Pembedengan
• Lahan yang sudah diolah/dicangkul kemudian digemburkan yaitu dengan memecah bongkahan tanah dari kegiatan pencangkulan sebelumnya menjadi lebih halus
• Setelah penggemburan kemudian dilakukan pembedengan dengan lebar bedeng 1 m dan panjang bedeng disesuaikan ukuran lahan. Kedalaman parit ± 40 cm.
4. Pemberian/penaburan kompos
• Kompos diberikan dengan dosis 15 ton per hektar. Dosis ini sesuai rekomendasi dari hasil analisis tanah
• Pemberian kompos dengan cara ditabur secara merata di atas bedeng, sekaligus tabur dolomit 300 kg/ha kemudian dikecroh/dicacah agar kompos dan dolomit masuk dan tercampur ke dalam tanah
• Setelah pemberian kompos selesai, bedeng disiram air dan sekaligus disemprot pupuk hayati cair dengan konsentrasi 10 ml/l. Kemudian dibiarkan selama 1 minggu, setelah itu siap ditanami

Posted in Berita | Tagged , , | Leave a comment

Undangan Rapat Sabtu 26 November 2011

No                    : 012/PHKIC/LL/2011

Hal                   : Undangan Workshop

Kepada Yth.

Taskforce, Ketua PIC dan Anggota

PHKI Tema C Universitas Brawijaya

Sebagai tindak lanjut dari hasil rapat dengan Tim Monevin Program PHKI Universitas Brawijaya (hari Senin, tanggal 21 Nopember 2011), dengan hormat  diberitahukan bahwa batas akhir Penyerahan Laporan Akhir  PHKI Tema C ke Sekretariat PHKI  tanggal 29 Nopember 2011, sedangkan batas akhir Penyerahan Laporan ke Bagian Keuangan tanggal 30 Nopember 2011 . Oleh karena itu kami mengharap kepada Para Penanggungjawab Kegiatan dan Ketua PIC untuk segera menyusun laporan akhir dan sekaligus mengharap kehadiran Bapak/Ibu besuk pada :

Hari                  :  Sabtu

Tanggal           :  26 Nopember 2011

Jam                 :  12.00 – selesai

Acara               :  Workshop Laporan Akhir PHKI Tema C

Tempat            :  Hotel  UB, Universitas Brawijaya

Demikian, atas kehadirannya disampaikan terima kasih

Malang, 22 Nopember 2011

Ketua Taskforce PHKI Tema C

Universitas Brawijaya.

ttd

Prof. Dr.Ir.Chandrawati Cahyani, MS

Posted in Berita | Tagged , | 3 Comments

Pelatihan TQM pada Industri Nilam

Pada hari Kamis 17 November 2011 PHKI-C UB bekerja sama dengan Jurusan Teknologi Industri Pertanian menyelenggarakan Pelatihan TQM yang diisi oleh Ir. Aris Sopandi,MM (Senior Manager CMS PT Sucofindo Jakarta) pelatiha diikuti oleh LMDH- Blitar, Dosen dan mahasiswa TIP.
Materi yang disampaikan adalah:
1. Total Quality Management (TQM)
2. Kriteria kinerja ekselen berbasis malcom Bladridge
3. Organizational Profile
4. Training Pendalaman Interpretasi
Acara dibuka oleh Ir.Sukardi, MS selaku ketua PIC dan Prof.Dr.Ir. Siti Chuzaemi, MS selaku penanggung jawab program

Posted in Berita | Tagged , , | Leave a comment

Hasil Rapat 14 Nov 2011

siang tadi telah dilakukan rapat koordinasi dengan hasil antara lain
1. penjelasan tentang penyelesaian SPJ oleh bendahara, ibu Lilik.
Tolong yang kebetulan tidak mengikuti penjelasan dapat menemui ibu Lilik untuk mendapat rincian catatan pajak dsb, spy memudahkan penyelesaian SPJ nya. Harap dapat selesai paling lambat akhir minggu depan dan diserahkan ibu Lilik melalui pak Warsito. Spy bila ada perbaikan masih ada waktu.
2. Masalah GAP lebih kompleks dibanding PIC lain karena ada masalah lapang terkait musim, petani. Sesuai dengan statement pak Arifin dan laporan staff lapang, penyelesaian penanaman terkendala ketersediaan bibit (prof Tatik), sehingga kelompok budidaya (Pak Arifin) belum dapat bekerja maksimal. Berikut saya forward laporan staff lapang, sdr. Imam, tentang kondisi lapang saat ini berkenaan dengan bibit dan penanaman. Mohon supaya kelompok GAP dibawah pimpinan prof. Tatik dapat mengkoordinasikan dan akhir bulan ini semuanya dapat diselesaikan..
3. untuk GMP, masih menunggu bantuan pagar dan instalasi listrik serta security untuk dapat menginstalasikan peralatan yang telah siap.
4. Kelompok GDP masih ditunggu finalisasi pekerjaan
5. GDMP, masih ditunggu keputusan bu Tatik Kurniawati apakah pembelian komputer untuk kios informasi akan diletakkan di UB Hotel atau di Kantor lapang dekat pabrik. Pertimbangan saat ini mulai banyak masyarakat sekitar yang datang untuk berkonsulasi dan mengobservasi kegiatan PHKI tema C di Blitar.
6. Usulan penyerapan dana lanjutan mohon segera disiapkan, ditandatangankan ketua pelaksana, spy dpt segera dicairkan oleh pak Nur Hidayat. Siapa saja dan berapa jumlah dana tersisa dapat lihat di email saya terdahulu.

Demikian, terimakasih
Chandrawati Cahyani

Posted in Berita | Tagged | Leave a comment

Undangan Rapat Senin 14 Nov 2011

Kepada
Yth. Taskforce PHKI Tema C

Dengan hormat saya kirimkan hasil Rekap RAB (Terlampir) dari masing-masing kegiatan sebagai acuan untuk
pembuatan SPJ. Untuk penjelasan bentuk SPJ yang harus disiapkan, mohon kehadirannya besuk pada :

Hari/Tanggal : Senin / 14 Nopember 2011
Jam : 13.00 WIB
Tempat : Ruang Sidang 2 LPPM

Semua Penanggungjawab diwajibkan hadir, mengingat waktu pelaporan SPJ maupun kegiatan sudah
sangat mendesak.

Demikian, terima kasih atas kehadirannya

Salam,
Warsito

Posted in Berita | Tagged , , | Leave a comment

Undangan Rapat Kamis 3 November 2011

Untuk teman-teman Taskforce berhubung jadual kegiatan Ketua Taskforce (Prof.Dr.Ir.Chandrawati C., MS.) untuk besuk sangat padat, maka dengan hormat disampaikan bahwa Rakor PHKI TEMA C DIUNDUR besuk KAMIS, Tanggal 3 Nopember 2011 pukul 13.00 di Ruang Sidang LPPM.

Demikian, harap menjadi perhatian seluruh Taskforce

Salam,
Warsito

Posted in Berita | Tagged , | Leave a comment

Rapat Jum’at 21 Oktober 2011

Pada hari Jum’at 21 Oktober 2011 jam 13.30 telah dilakukan rapat internal PHKI C di LPPM yang dihadiri oleh hampir semua PIC dan anggotanya. Rapat lebih banyak membahas tentang hasil monev dari Dikti.

Selain hasil monev juga dibicarakan untuk langkah selanjutnya terutama untuk GAP dan penyiapan proses penyulingan nilam.

lokasi di Kasemben menjadi prioritas untuk penanaman  dan penyulingan. Sisa pelayuan juga akan dibawa ke Kasemben

Hari Sabtu Pak Arifin Noor akan berangkat ke Kasemben sedang Bu Tatiik, Bu Rini dan Bu Nur Azizah berangkat hari Senin

Posted in Berita | Tagged , , | Leave a comment

Pengembangan lahan inti

lahan nilam

lahan untuk nilam

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tanah pada lahan yang akan ditanami nilam, mengevaluasi  kelas kesesuaian lahan dan menentukan arahan dan rekomendasi pengelolaan tanah pada budidaya nilam. Adapun tahapan pelaksanaan  adalah:

  1. Survei pendahuluan dan penentuan lokasi serta jumlah titik sampel dilakukan pada bulan April 2011 (sesuai jadwal). Lokasi yang akan digunakan untuk budidaya nilam kegiatan PHKI sama dengan lokasi kegiatan BLM, namun luasannya berbeda sesuai dengan prestasi masing-masing LMDH yaitu LMDH Jatilestari, Jatisubur, Jatikarya, Wonojatimulyo dan Wonoagung.  Lokasi yang paling jauh dari kantor KPH Kesamben adalah LMDH Jatikarya dan Jatisubur dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Sedangkan ketiga lokasi lainya terbilang cukup dekat dengan kantor KPH Kesamben dengan waktu tempuh kurang lebih  20 menit.
  2. Pengamatan dan pengambilan sampel tanah

Setiap lokasi diambil sample tanah sejumlah minimal 5 – 10 titik tergantung dari variasi kondisi tanah yang ada. Tanah yang diambil meliputi sampel tanah terusik dan sampel tanah tidak terusik atau contoh tanah utuh dengan menggunakan ring sampel. Setiap  sampel diberi kodifikasi sesuai dengan nama LMDH masing-masing. Pelaksanaan pengambilan sampel tanah dilakukan oleh tim tanah dengan dibantu oleh masyarakat stempat serta pegawai KPH Kesamben. Jumlah total sampel tanah yang diambil dari lapangan ialah sejumlah 50 sampel tanah.

3. Analisa tanah di laboratorium

Jenis analisa tanah yang dilakukan untuk menilai karakteristik lahan budidaya nilam ini dapat digolongkan menjadi dua yaitu:

  • Analisa fisika tanah, meliputi tekstur, porositas, permebilitas, titik layu permanen, dan air tersedia bagi tanaman menggunakan sampel tanah tidak terusik.
  • Analisa kimia tanah, meliputi kandungan N, P, K, C organik, pH, dan KTK  menggunaan sampel tanah terusik.

4. Evaluasi karaktersitik untuk mementukan tingkat kesesuaian dan rahan rekomendasi pengolahan tanah

5. Aplikasi rekomendasi pengolahan tanah

Posted in Kegiatan PHKI C | Tagged , , | Leave a comment

Perjalanan Kerjasama dengan Perhutani

draft perjanjian kerjasama (PKS) dengan Perhutani Unit II Jatim yang telah didiskusikan 2 kali di Perhutani SBY, 3 kali di Jl. Kawi, Malang, 2 kali di Perhutani Blitar belum ada tindak lanjut untuk ditandatangani. draft telah diperiksa rekan dari legal aspect PHKI tema C UB, pak Aan..

Sebab utama ternyata karena belum ada Kepala Unit definitif, setelah yang lama resign bulan Mei 2011, sehingga tidak ada keputusan apapun yang dapat mereka ambil.

ini semua berakibat pada tidak dapat dimanfaatkannya lahan Perhutani untuk bangunan unit penyuling, harus sewa lahan dengan segala konsekuensinya, dan tunda suling.

Terimakasih

Chandrawati Cahyani

Posted in Kegiatan PHKI C | Tagged , | Leave a comment